Saat Janji Menghampiri

Ada kala
Mengalun indah sebuah cerita
Saat janji itu tiba
Menghampiri hati walau iba

Aku ingat
Ada yang telah kuikat
Sepotong phrase berserikat
Aku ingin ingkar tak mendekat

Tapi,
Itu kala adalah jelitanya mimpi
Yang lama kutoreh dalam hati
Walau benarnya tak kumengerti

Sempat kugoreskan anggukan ragu
Namun kuingat kembali yang dulu
Tentang pohon janji yang kutanam satu
Aku sadar, meretaknya aku tak mau

Dan begitulah akhir ceritanya
Ragu itu meluap bahana
Hingga kutuliskan sebuah kata
Aku tak bisa

#DZ. Memory Hidup 2013

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Bye…and welcome…

Day by day…
And each day I must try to control my feeling..praying: asking for help to Allah, to help me control it.

Begin again…
A new day
With Him
Closer

Coz it was too long…
I was too happy with something and leave Him in the corner of my heart: so stupid I am

Huffhh

And…
For all of this faults
I also leave someone
Someone I saved in my heart
Someone who made me doing something I hard to do
Someone who helped me to fulfill my Mom’s wants
Someone who was being a reason for me to be strong in my job
And it has almost 3 years now, 7 years later
I will leave my job in my plan

And don’t need to know everything about him again to motivate me
I will leave
Then, find my dreams if I could
I don’t need it again

I just need Him
Allah
My love

@drizzlesnow

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Maaf ya Nak

“Miss..Miss marah kah miss? Kenapa Miss?”

Faisal namanya. Salah satu muridku di kelas 7. Di akhir pembelajaran Jumat kemarin, ia melontarkan pertanyaan itu padaku. Saat aku beranjak melangkahkan kaki keluar dari ruang kelas.

Sengaja. Aku tak menjawabnya. Aku hanya berbalik sebentar dan memberikan sekilas senyum padanya.

Tapi mengingat pertanyaannya, sontak membuat mataku berkaca saat sudah keluar dari ruangan dan berjalan keluar. Sebisa mungkin aku jaga agar ia tidak tumpah.

Ya…ia memang salah satu muridku di kelas itu yang paling memperhatikanku di setiap pembelajaran. Yang tidak pernah membuat onar. Selalu mendengarkan apa yang aku tugaskan. Mengerjakan segalanya dengan penuh tanggung jawab. Bahkan membantuku menenangkan temantemannya yang lain saat mereka gaduh dan tak bisa lagi kukendalikan. Ia turun tangan.

Sungguh..aku tak menyangka ia bisa merasakan sampai sedalam itu. Hari itu…pada jam siang itu, aku memang dipenuhi dengan emosi. Mungkin katakataku sedikit tegas dari biasanya atau bahkan sudah menjadi kasar. Padahal aku adalah guru yang lembut di mata mereka sebelumnya.

Mungkin juga raut wajahku begitu tak sedap dipandang mata. Hingga ia sampai berpikiran dan bertanya seperti itu padaku.

Maaf ya Nak
Ibu guru mu ini kadang tak terlalu bisa mengontrol emosi sendiri.
Saat datang luka maka akan menduka dengan sangat. Dan saat datang suka maka akan bahagia dengan sangat pula.

I love you all kiddos…
Let’s have fun in my class
6 bulan saja waktu kita bersama. Aku akan sangat merindukan kalian nantinya…

@drizzle.snow

Posted in Bipolar Story, Kisah Hariku | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Notes : Asleep all night

Hai…

I am in a bad condition for these several days. Last night, I didn’t go to sleep. I spare all of my night by watching a very good korean film, for me, it’s about architecture. I have finished 11 episode. And I left 5 episode which I will watch tonight I think.

It seems to bad maybe…for me especially.
Telling all of you about what happened to me and what I feel about. It’s just because I don’t wanna disturb the others again with my story. The story which too over for others.

But I think that it’s the best choice to tell you here, not the people whom I know – my friend, my teacher, even my parents.

Today, this afternoon till just now, I told a friend about my feeling. But it’s going hard. Hard for her to understand because I didn’t tell anything about my problems.

So I think it will be better if I just write it here…

Thankyou for reading frens…

Really glad having frens like you^^

Best regards,

DrizzleSnow

12032016.1847

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Depress vs Manic (1)

Well, two days…I absent from school.

Berdalih mood down atau memang karena gak enak badan, lalu malas, entahlah.

Tapi nyatanya dihari pertama, siangnya aku bisa mengendarai motor matic merah-hitamku hampir mengelilingi ibu kota ini.

Hari kedua, nyata, karena malas. Atau dengan kata lain, sedang ingin memanjakan diri, ingin egois. Meninggalkan segala rutinitas yang membosankan dan melelahkan. Aku ingin tidur seharian, di rumah saja, sambil membaca buku favoritku. Buku yang membawaku pada citacita masa lalu. Sebuah novel bertema arsitektur.

Benar saja…kemarin..buku itu habis kulahap. Rumah Hujan, sequel kedua dari novel Sketsa karya Ari Nur, berhasil kuhabiskan dalam waktu sehari. Sejak malam sebelumnya pukul 23.48 hingga dini hari tadi pukul 01.28.

Aku lega. Aku puas. Aku kembali.

Bertekad untuk menjalani lagi harihariku seperti biasanya. Berangkat sebelum jam 7 pagi, dan pulang setelah jam 4 sore. Seharian keluar masuk kelas, berganti murid, kelas 3, kelas 5, kelas 1 hingga zuhut tiba. Lalu, lanjut lagi ke kelas 7.

Ada tanggungan kewajiban, bagian administrasi pengajaran yang belum aku rampungkan. Dini hari tadi aku ingin selesaikan. Tapi ternyata aku terlelap. Memang halhal seperti itu sungguh sangat tidak menarik bagiku. Jika bukan sebuah kewajiban, mungkin sudah kutelantarkan entah di mana.

Kekhawatiran kekhawatiran kemarin, aku simpan rapat. Aku mentekadkan diri untuk lebih berani menghadapi kehidupan. Menghadapi pertanyaan demi pertanyaan. Mengapa begini, mengapa begitu. Pertanyaan yang selalu membuat jengah. Tapi itu tak kan terelakkan.

Apalagi oleh kawankawan ku yang katanya peduli. Sampai ‘kasihan’ padaku yang selalu berpindah rumah, sana sini, nggak jelas. Dan mereka bertekad ingin mencarikan jodoh untukku agar aku tak lagi terombang ambing oleh arus keadaan, oleh nasib, yang seolah menciptakan kisah drama tersendiri dalam kehidupanku, di mata mereka.

Yaaa
Sesuai yang aku pikirkan sebelumnya.
Pagi tadi akhirnya aku datang terlambat. Karena perkiraan dan persiapanku yang memang tak sempurna. Bertolak pukul 6.40 dari sebuah tempat yang sangat jauh dari sekolah. Wajarnya perjalanan ditempuh sekitar 30 menit bahlan lebih untuk menghubungkan kedua lokasi ini. Tapi aku tetap santai, berusaha santai. Karena terlalu memikirkan tugas dan kewajiban itu justru semakin memperburuk mood ku. Bisa bisa aku memilih untuk meliburkan diri lagi.

Jadi…ya…terserah mereka mau berkata apa. Salah sendiri juga, menyerahkan pekerjaan gak pake hati. Dipikir manusia seperti robot. Bahkan robot saja bisa error kalau kebanyakan program.

24022016.0828

Posted in Bipolar Story, Kisah Hariku | Tagged , , , , | Leave a comment

Pernahkah Kau Bayangkan

Pernahkah kau bayangkan,

Saat suatu hari kau mendapati sesuatu yang tak pernah ada dalam mimpimu?
Saat suatu hari kau mendapati sesuatu yang di luar jangkauanmu?

Sesuatu yang biasanya hanya kau lihat dalam sinetronsinetron buatan itu
Sesuatu yang biasanya hanya kau dengar dalam sebuah kisah yang meng-iba kan hatimu

Hingga pada suatu hari,
Kau lah yang menjadi pemeran utamanya,
Kau lah yang menjadi tokohnya

Aku pernah
Dan kini aku menjadi dia

~DrizzleSnow~
08022016.1111
@ruangsunyi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lorong Sunyi

Lorong ini
Rasanya begitu sunyi
Aku tenggelam dalam kelam yang tak seorang pun mampu memahami

Membuka lagi lembaran lembaran kusam dahulu
Saat indahnya penantianmu
Namun aku abaikan
Karena keangkuhanku
Dan saat kelam seperti ini
Aku mengingatmu
Tapi kini aku hanya bisa menggingatmu saja
Tak akan bisa lebih dari itu

Lalu berdoa
Menantikan sesuatu yang entah kapan akan tiba
Yang mau dan mampu menerima semua kenyataan ini

Sebuah lorong sunyi
Tentangku

~DrizzleSnow~
07022016.2302

Posted in Uncategorized | Leave a comment

For my future husband (I don’t know who)

Dear future husband,

There’s only so many times I can sneakily take pills in front of you without you noticing. At brunch when our friends are taking selfies, or at dinner when you’ve gotten up to go to the bathroom.

Or when you spend the night with me for the first time, and I desperately try to hide all of my medications under my bed in hopes you don’t see them. I don’t know how to tell you that I was diagnosed with bipolar disorder at 26.

I was away at school, and never felt more alone than I did in that moment sitting in my car out side of the psychiatrist office, looking down at a looming list of prescriptions with funny names, to treat an illness I had only ever heard bad things about.

A million questions — like, when do you tell a significant other about it? Do my friends find me exhausting? Are my parents embarrassed? Are people afraid of me? Will anyone ever accept me for what I am? — have paraded endlessly through my mind since. All I’ve craved is acceptance. But how could I ask for acceptance when I’m so afraid to admit I have mental illness?

So I’ve lied to my bosses about doctor appointments, lied to my friends when I lose weight, faked illnesses like the flu when I’m actually so depressed I can’t even get out of bed.By nature I’m energetic and outgoing, but I can rarely keep this facade going for longer than a week before I get pulled down by my illness.

Sometimes I just want to be alone, and other times I need so much encouragement and reassurance from my friends as I fall apart. In the same week, I can love my life with my whole heart, and then wish it was over.

Let’s pretend you meet me in a local restaurant, and you ask me out. What am I supposed to do?
Say, “Just so you know, I have bipolar — can you pass the butter?” as we sit down for our first date? Is there really ever an ideal way to drop news like that?

My illness does not define who I am, but it does matter to some people.But this is me, take it or leave it. If you do decide to continue this relationship with me, I have a couple requests:

1. If I’m having a really rough week at work, know what brightens my mood. Buy my sunflowers and take me for a hike. Since I can’t really go out and drink the working gal blues away, I need you to be my drink.

2. If I’m having trouble getting out of bed, understand this is my depression. Don’t let me isolate — make me breakfast and eat it in bed with me.

3. If I wake you up in the middle of the night from tossing and turning and crying out because of nightmares, don’t tell me to wake up and stop. Just hold me a little bit tighter.

4. If I’m grumpy or saying hurtful things to you for no apparent reason, tell me I’m being hurtful and let me apologize.

5. If I’m losing too much weight, tell me I look beautiful no matter what size I am.

6. When I question my existence in this life, show me how life would be if I wasn’t here. Tell me I should stay.

7. Cheer for the little victories. Make a big deal out of them.

8. Never give up on me.If you don’t understand mental illness, just know it’s not our fault. I’ve tirelessly fought through my recovery, and I’ve done it alone because even though it’s so hard, I know I’m worth it.

Being rejected because of a chemical imbalance is quite possibly the most humiliating experience. Dealing with nightmares, night sweats, reactions to medication, numerous doctors, therapists, while maintaining a full-time job, is actually pretty damn hard, and we are doing the best we can.

Just know that rooting for me, supporting me when I’m broken and loving me when I’m unlovable is the best gift I could ever receive.

Sincerely,

Drizzle Snow

P.S. To the people with mental illness: You are not alone. I know how scary it is to sit in the psychiatric unit alone, wondering what someone you knew would think if they saw you there. But you don’t have to go through this journey alone. We are stronger together.

*I edited and wrote it to represent my feeling

Edited from:
http://themighty.com/2016/01/dear-future-boyfriend-from-a-girl-with-bipolar-disorder/

Posted in Bipolar Story | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment